WHAT'S NEW?
Loading...
Tampilkan postingan dengan label berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label berita. Tampilkan semua postingan
Tanggal 10 Agustus lalu M Sohibul Iman resmi dilantik menjadi Presiden PKS. Bila ia mengemban tugas pembenahan secara holistik atas kondisi internal partai, maka salah satu hal yang harus dibenahi itu mirip sekali dengan cuitannya di media sosial twitter, dua hari sebelum ia dilantik.

Pada tanggal 8 Agustus, melalui akun twitternya @msi_sohibuliman ia mengeluhkan ekses melimpahnya informasi yang membuat “kita” (ia gunakan kata kita sebagai ajakan introspeksi) mudah menyebarkan informasi sampah yang disertai cacian.

“Melimpahnya informasi kadang bikin kita menjadi seperti orang bodoh. Dengan mudah kita share info-info sampah, bahkan dengan info-info itu kita tebar caci dan fitnah. Boleh jadi ini paradok paling heboh di era medsos: makin melimpah informasi bukan makin bijak dan penuh hikmah tapi makin ceroboh dan tebar fitnah,” begitu tulisnya.

“Pada kasus ekstrim, ceroboh dan fitnah bisa timbulkan irreversible damage (kerusakan yang tak dapat dipulihkan). Itu kerugian besar. Petaka bagi semua,” imbuhnya lagi.

Mungkin Sohibul Iman mendapati kenyataan ini setelah melihat kondisi sekitarnya di media sosial. Dan sebagai seorang petinggi PKS, bisa ditebak ia dikelilingi oleh kader-kader PKS, baik di dunia nyata maupun di dunia maya. Memang kenyataannya, beberapa kejadian menunjukkan adanya darurat literasi bagi kader PKS. Kasus yang terbaru adalah tersebarnya di kalangan pendukung PKS sebuah tulisan hoax yang menuduh korban penembakan Paris adalah boneka, bukan jasad manusia.

Baca juga : Kecerdasan Literasi oleh Ust. Surya Darma

Pabrikasi Isu dan Jebakan 

Begitu melimpah bahan untuk dibaca oleh kader partai yang memang terkenal punya hobi membaca. Seorang penulis bernama Erwyn Kurniawan pernah bercerita tentang sosok penjual buku yang selalu mengeluh dagangannya tak begitu laku bila ia jajakan di tengah acara partai. Lantas ada yang menyarankan agar dagangannya itu dijajakan pada acara PKS – sesuatu yang belum pernah dicoba pedagang buku tersebut. Ternyata benar, di acara PKS lah ia bisa mengipas-ngipas lembaran uang dengan penuh senyum.

Itu baru terhadap buku yang untuk memperolehnya harus mengeluarkan uang. Bagaimana lagi bila bahan bacaan itu gratis didapat melalui internet via jejaring sosial, atau aplikasi chatting semisal Whatsapp atau BBM? Kader PKS menikmati benar limpahan informasi ini.

Keluhan Sohibul Iman tadi tentang tabiat manusia di era melimpahnya informasi, berlaku juga buat kader PKS. Puncaknya adalah pada perhelatan pilpres yang lalu. Begitu banyak informasi simpang siur yang sesungguhnya tak layak sebar. Isu Jokowi keturunan Cina, misalnya, sempat dimakan oleh beberapa pendukung PKS di media sosial. Padahal saya dengar langsung dari pengurus PKS di Jawa Tengah bahwa isu itu bohong. Jokowi keturunan Jawa asli.

Sebuah web online punya kontribusi besar dalam penyebaran isu ini. Padahal selama ini web tersebut suka menyudutkan PKS. Terhadap tulisan di web tersebut yang menyudutkan PKS, kader menyangkal. Tetapi terhadap tulisan yang menyudutkan pihak yang berseberangan dengan partainya, kader PKS menelan mentah-mentah tanpa kehati-hatian.

Isu-isu itu seperti dipabrikasi lalu dijadikan “bom” paket yang dikirimkan oleh seorang misterius. Isu Jokowi keturunan Cina memang menjadi “bom” yang sukses meledak di tengah pendukung Prabowo-Hatta. Ada isu lain yang “meledak di tengah jalan”, belum sampai ke tujuan. Misalnya isu “RIP Jokowi” yang belum apa-apa terdeteksi beredar awal dari kalangan pendukung Jokowi-JK. Bisnis.com menulis berita ini dengan judul “WAH...Penyebar 'RIP Jokowi' Diduga Pendukung JKW4P Sendiri”.

Perang rumor pada zaman pilpres lalu memang merupakan yang paling parah. Kedua belah kubu pasangan calon sama-sama mendapat gempuran. Salah satu pihak yang disorot dalam penyebaran isu adalah tabloid Obor Rakyat. Media ini bahkan sempat dipolisikan oleh kubu Jokowi-JK. Lalu berselang setahun kemudian, para pendukung Jokowi semakin geram karena bos pimred Obor Rakyat malah menjabat sebagai Komisaris BUMN. Padahal posisi Komisaris BUMN belakangan banyak ditempati oleh para pendukung Jokowi. Lalu di pihak mana sebenarnya Obor Rakyat ini? Apa tujuan kampanye negatif yang dilakukan Obor Rakyat di pilpres lalu? Victim playing kah?

Di tubuh PKS sejatinya sudah banyak yang curiga adanya pabrikasi isu yang bertujuan menjebak dan meruntuhkan reputasi partai. Si pembuat isu ini tampaknya paham karakter kader PKS yang rakus informasi dan militan membela pihak yang didukungnya.

Sebuah isu bombastis dihembuskan ke tengah media sosial, tak menunggu lama agar isu itu tersebar kemana-mana, lalu disiapkan bantahannya yang kuat. Dan reputasi penyebar pun hancur sudah.

Karena itu lah pentingnya melek literasi.

Kecerdasan Literasi Buat Kader PKS 

“Di medsos ada orang/kelompok yg hobi menghasut. Ada juga orang/kelompok yang gampang dihasut. Jadilah sinergi penghasut+terhasut. Semua jadi kusut. Ada orang/kelompok yang hanya bisa eksis dengan menghasut. Hakikatnya mereka itu pengecut. Mereka sorak bila kita layani. Kita biarkan mereka mati sendiri,” begitu tulis Sohibul Iman di twitter, mensinyalir nyata adanya pelaku pabrikasi isu dan hasutan.

Sekedar melek informasi tidak cukup. Dan menjadi melek informasi di zaman sekarang justru sangat mudah. Yang dibutuhkan adalah melek literasi. Lebih tinggi dari sekedar melek informasi.

Wikipedia mendefinisikan literasi media sebagai “kemampuan untuk memahami, menganalisis, dan mendekonstruksi pencitraan media. Kemampuan untuk melakukan hal ini ditujukan agar pemirsa sebagai konsumen media (termasuk anak-anak) menjadi sadar (melek) tentang cara media dikonstruksi (dibuat) dan diakses.”

Melek literasi berarti mampu melakukan penilaian terhadap sebuah informasi, bahkan mampu melakukan validasi sehingga tidak terjebak kabar bohong. Juga bisa mendeteksi framing atau spinning sebuah berita.

Salah satu cara memvalidasi kabar adalah dengan tabayun. Itu adalah “kata sakti” yang suka disodorkan kader PKS bila diserang rumor. Artinya, kader PKS paham bagaimana menjadi melek literasi. Saat menyuruh orang lain “tabayun dulu”, artinya kader PKS menuntut orang agar melek literasi.

Bagaimana dengan kader PKS sendiri? Sudahkah mengaplikasikan nasihatnya?

Belajar dari asbabun nuzul turunnya perintah tabayun (mendalami masalah) pada Al-Qur’an surat Al Hujurat ayat 6, sikap menelan bulat-bulat informasi tanpa memeriksanya kembali bisa berujung pada permusuhan hingga pertumpahan darah. Atau istilah yang digunakan Sohibul Iman: irreversible damage.

Harusnya kader PKS menjadi yang terdepan dalam menyikapi rumor. Menjadi teladan bagi masyarakat. Dan sebagai du’at (pendakwah), tradisi tabayun adalah salah satu poin yang harus didakwahkan dan diteladankan. Karena itu merupakan syariat Islam.

Tabayun tak selalu bermakna bertanya langsung kepada yang tertuduh. Justru sebenarnya yang dimintai bukti adalah pihak penuduh, bukan pihak tertuduh. Ulama merumuskan kaidah fiqh yang berbunyi: “Penuduh wajib membawa bukti, sedangkan tertuduh cukup bersumpah”. Jadi yang perlu diperiksa, dianalisa, dan didekontruksi dalam sebuah isu adalah konten tuduhan. Sudahkah ia dilengkapi bukti-bukti yang valid?

Kecerdasan literasi adalah saat berbagai sumber informasi yang dilahap oleh seseorang mampu membuatnya memiliki wawasan yang menopangnya dalam berfikir. Sehingga bila berargumentasi, hujjah yang dibangun punya landasan yang terujuk, bukan sekedar asal membual. Luasnya wawasan seseorang juga melindunginya dari kabar-kabar bohong. Bukan kah salah satu karakter yang ingin dicapai dalam program pembinaan kepribadian Islam di PKS adalah “mutsqofatul fikr”, atau fikiran yang berwawasan?

Materi ghozwul fikri yang diterima oleh kader PKS melalui pembimbing keislamannya harus ditempatkan dalam posisi yang tepat. Mengabaikan ghozwul fikri, bisa membuat seorang muslim hanyut dalam skenario pihak yang terjangkit islamophobia yang menginginkan umat Islam jauh dari aqidahnya. Tetapi menghayati materi ini di luar batas, bisa membuat paranoid. Sikap begini mudah sekali mengafirmasi kabar-kabar bohong seputar teori konspirasi. Makanya, ada yang menelan mentah-mentah tulisan hoax “korban Paris adalah boneka”.

PKS punya perangkat untuk membuat kadernya melek literasi, melalui program pembinaan keislaman tiap pekan. Di tubuh PKS terdapat juga praktisi jurnalistik, blogger/penulis yang melek literasi, atau pakar informasi yang bisa merumuskan sebuah kurikulum dalam membenahi mental kader PKS di dunia maya. Perlu ada pelatihan menginvestigasi isu. Atau paling banter, menggencarkan nasihat agar mengabaikan kabar yang tidak mampu diverifikasi.

Ikhtiar-ikhtiar tersebut perlu diwujudkan bila benar ada keinginan untuk memperbaiki kemampuan kader PKS dalam berliterasi, sehingga tidak lagi menjadi bulan-bulanan pihak yang mempabrikasi isu.

Penulis: Zico Alviandri 

Tautan:
https://twitter.com/msi_sohibuliman
http://makassar.bisnis.com/read/20140511/33/177877/wah...penyebar-rip-jokowi-diduga-pendukung-jkw4p-sendiri
http://www.jpnn.com/index.php?mib=berita.detail&id=240640
http://www.merdeka.com/peristiwa/relawan-jokowi-geram-bos-pemred-obor-rakyat-jadi-komisaris-antam.html
https://id.wikipedia.org/wiki/Literasi_media

Sumber: pks.id

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA  -- Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) meminta struktur PKS di wilayah provinsi dan kota/kabupaten dapat mengelola media-media internal secara profesional. Tujuannya agar masyarakat mendapatkan pandangan yang utuh dan obyektif tentang PKS.

"Media internal semacam website mesti dikelola dengan mengindahkan kaidah jurnalistik yang standard, tidak seenaknya dan tidak sekedar untuk mengejar kunjungan pembaca,” ujar Ketua Bidang Humas DPP PKS Dedi Supriadi dalam di kantor DPP PKS, Gedung MD, Jl TB Simatupang, Jakarta Selatan, Kamis (1/10).

Menurutnya, pengelolaan media yang baik akan membangun reputasi positif PKS di mata publik. Dedi juga menegaskan, website partai dikelola oleh struktur bukan oleh perorangan agar pertanggungjawaban terhadap isi website juga jelas. “Selain itu media-media yang dikelola struktur PKS tidak boleh sembarangan mengutip atau mengambil informasi dari sosial media atau media tidak resmi,” ujarnya.

Dedi menerangkan saat ini media resmi partai di tingkat pusat adalah situs www.pks.id. Sementara untuk tingkat provinsi saat ini domain web atau blog sudah beralamat ke pks.id juga dengan didahului nama provinsinya. “Misal, untuk PKS DKI Jakarta, website resminya adalah jakarta.pks.id. Untuk tingka Kota/Kabupaten nantinya juga akan dibuat seperti itu,” tutur Dedi.

Ia menyarankan agar pihak-pihak yang ingin mendapatkan informasi dan sikap resmi PKS mengacu pada media resmi PKS. "Sangat mungkin dengan jumlah kader yang gemar mencari informasi, ada pihak-pihak yang mengejar ceruk pembaca tersebut dan menggunakan kata dan isu PKS sebagai daya tarik agar orang meng-klik situs tersebut, padahal bukan dikelola oleh struktur” ujarnya.

Dedi mencontohkan, pemberitaan yang dilakukan situs Piyungan Online yang sering disalahartikan sebagai website milik struktur partai. “Padahal blog atau situs tersebut dikelola oleh pribadi dan tidak mewakili sama sekali sikap PKS. Bahkan dalam beberapa kesempatan, isi media tersebut mengganggu reputasi PKS sebagai partai dakwah,” ujar Dedi lagi.

Humas DPP PKS, tambahnya, sudah pernah mengirimkan surat agar pengelola web www.pkspiyungan .org menyerahkan atau mengembalikan URL (Uniform Resource Locater) ke struktu PKS setempat, namun hal tersebut belum dipenuhi oleh pengelola akun tersebut.

Sumber : http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/politik/15/10/01/nvj5sb319-pks-di-daerah-harus-kelola-media-secara-profesional

Jakarta - Partai Keadilan Sejahtera menilai kebijakan pengupahan di era Presiden Joko Widodo saat ini tak adil. Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015 yang jadi dasar pengupahan justru menabrak Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

Ketua Bidang Ekonomi, Keuangan, Industri, Teknologi, dan Lingkungan Hidup Dewan Pengurus Pusat Partai Keadilan Sejahtera Memed Sosiawan mengatakan, dalam Pasal 88 ayat 4 Undang-undang Nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan telah mengatur dan mengamanatkan bahwa penetapan upah minimum harus berdasarkan hasil survey Komponen Hidup Layak (KHL).

Hal ini berbeda dengan Pasal 44 PP 78 tahun 2015 yang mengatur bahwa penetapan upah minimum tidak lagi berdasarkan hasil survei KHL, melainkan berdasarkan upah minimum provinsi tahun sebelumnya ditambah inflasi dan pertumbuhan ekonomi.

“Penerbitan PP 78 tahun 2015 membuktikan Presiden Joko Widodo tersandera oleh kepentingan pengusaha dan pemodal," kata Memed dalam keterangan tertulisnya. Lebih jauh Memed menjelaskan, PP tersebut mengatur tentang pengupahan dalam Paket Kebijakan Ekonomi IV, berpotensi mengganggu stabilitas ekonomi Indonesia yang saat ini berada dalam tekanan hebat.

Kebijakan tersebut seperti menghadapkan kepentingan pengusaha yang mendukung kebijakan pengupahan tersebut, dengan pekerja yang menolak. Para pekerja sampai saat ini masih berharap fomula pengupahan berdasarkan pada komponen hidup layak.

Memed sendiri menilai, formula penghitungan upah minimum yang terdapat pada Pasal 44 PP 78 tahun 2015, lebih tepat untuk menghitung kenaikan gaji seluruh karyawan bagi sebuah perusahaan per tahun. "Formula tersebut tidak tepat kalau diterapkan untuk menentukan upah minimum," katanya.
Lihat juga:Tuntut Upah Layak, Buruh Bekasi Jalan Kaki ke Istana
Upah Minimum yang paling adil bagi para pekerja, lanjut Memed, adalah tetap melalui survei komponen hidup layak di setiap daerah. Survei diperlukan agar pekerja dapat tetap hidup layak dalam menghidupi keluarga mereka, dengan ambang batas minimal upah yang layak.

Di sisi lain, pemerintah ,menurutnya juga perlu memperhatikan keadilan bagi pengusaha atau pelaku industri. Ia memberi masukan berupa pemberian kemudahan insentif pajak, agar para pelaku usaha atau industri bisa memberikan Upah Minimum yang layak bagi karyawannya.

Sumber : http://www.cnnindonesia.com/politik/20151126205227-32-94382/pks-sebut-kebijakan-pengupahan-era-jokowi-tak-adil/
Hari ini bidang Kepanduan dan Olahraga DPC PKS Rappocini kembali melaksanakan Senam PKS yang telah menjadi kegiatan rutin pekanan setiap Ahad pagi. Tempat tetap di lapangan Hertasning depan Kantor PLN.

Baca juga : Senam PKS dan Senam Nusantara Sekarang Hadir di Lapangan Hertasning

Peserta yang hadir hari ini (29/11/2015) semakin bertambah dibanding pekan lalu. Berikut beberapa foto yang dikirim oleh pak Alamsyah via WhatsApp.




Tetap semangat dan jangan lupa olahraga minimal 15 menit setiap hari :)

GoTV Sulsel membahas Pro Kontra Lelang Jabatan Kepala Sekolah dengan salah satu narasumber adalah Bunda Rahmi, Aleg DPRD Provinsi dari PKS. Penjelasan singkat tentang penampilan beliau seperti tertulis dalam komentar di akun facebooknya sebagai berikut :

Jadi tdk ada istilah "lelang" jabatan kepala sekolah krn yg diatur dlm UU no 5/2014 ttg ASN, lelang jabatan itu hny utk eselon 1&2, eselon 3&4 melalui Baperjakat.

Kepsek itu adl tugas tambahan sbg guru jd bukan jabatan struktur organisasi diknas.

Yg ada adl rekruitmen kepala sekolah dg pola baru.
Sbh reformasi pendidikan ingin dilakukan oleh walikota.

Hasil uji akademik yg dilakukan assesor menjadi rekomendasi ke p wali, layak ato tidaknya SDM tsb menjadi kepsek.
Tentunya, Baperjakat jg pny rekomendasi utk itu.
Butuh "ketrampilan" & ketegasan utk memutuskan 420 org sbg kepsek di kota Mks.

Sbg pola baru, tentunya pemkot msh "tertatih2" menjalankannya. Tp ini adl modal awal utk melakukan reformasi pendidikan di kota Mks.

Pemkot hrs belajar dr proses pertama ini, shg pd proses rekruitmen ke 2, polanya sdh lbh bagus, efektif & efesien.

Mari kita doakan p wali, agar blio ttp konsisten dg proses reformasi pendidikannya yg diawali dg rekeuitmen kepsek ini.


Di stasiun TV Lokal lain, Ve Channel TV. Ketua Umum DPD BKPRMI Makassar Mudzakkir Ali Djamil, ST. Yang juga Ketua Komisi D DPRD Makassar Menjadi narasumber Talkshow THE WEEK OF PARLIAMENT dengan tema "Adipura Untuk Makassar".

Keep On Fighting 'till The End.

Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Recep Tayyip Erdogan menegaskan dirinya tidak akan pernah meminta maaf pada Presiden Vladimir Putin atas jatuhnya jet Rusia oleh pesawat tempur Turki Selasa lalu. Erdogan juga membantah tuduhan Putin bahwa negaranya mendukung ISIS.

Dalam wawancara eksklusif dengan CNN, Kamis (26/11), di Ankara, Erdogan mengatakan bahwa yang harus meminta maaf seharusnya adalah pihak yang telah memasuki wilayah mereka, yaitu Rusia.

"Mereka yang melanggar wilayah udara kami yang seharusnya minta maaf, pilot dan angkatan bersenjata kami hanya menjalankan tugas," kata Erdogan.

Erdogan bersikeras bahwa pesawat Rusia Su-24 telah memasuki wilayah mereka sehingga dijatuhkan oleh jet F-16 Turki. Sebelum menembak, Turki mengatakan mereka telah memperingati sebanyak 10 kali namun diabaikan.

"Jika pelanggaran tersebut terjadi hari ini, Turki juga akan melakukan hal yang sama," tegas Erdogan.

Rusia membantah pesawat mereka memasuki wilayah Turki. Seorang kopilot Rusia yang selamat dari insiden tersebut mengaku tidak mendengar adanya peringatan dari pihak Turki.

Putin berang atas tindakan tersebut. Kepada reporter di Moskow kemarin, Putin mengaku tidak habis pikir mengapa Turki yang merupakan sekutu Rusia melakukan hal tersebut.

"Tidak pernah terlintas dalam pikiran saya bahwa kami bisa diserang pihak yang telah kami anggap sekutu. Kami menganggap Rusia adalah negara sahabat," ujar Erdogan.

Turki memberikan bukti rekaman audio yang menunjukkan mereka telah memberikan peringatan pada jet Rusia, namun diabaikan.

Menyusul peristiwa itu, Rusia menurunkan sistem anti rudal S-400 ke pangkalan militer Suriah yang dekat perbatasan Turki.

Sebelumnya usai insiden tersebut, Putin mengatakan bahwa Turki adalah negara pendukung teroris. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova bahkan mengatakan Turki punya hubungan financial dan minyak dengan ISIS.

Erdogan mengecam pernyataan tersebut dan mengisyaratkan hubungan kedua negara akan menemui "jalan buntu",

"Jika Putin mengatakan kami bekerja sama dengan Daesh, bahkan kami bersekutu, itu adalah kesalahan besar, karena kami justru melakukan sebaliknya. Perkataan bahwa kami membeli minyak dari Daesh, dan hal ini disampaikan oleh pejabat Rusia, sangat, sangat tidak bisa diterima," kata Erdogan.

Sumber  : http://www.cnnindonesia.com/internasional/20151127070548-134-94401/tembak-jet-rusia-erdogan-tidak-akan-minta-maaf-pada-putin/

Hari Guru adalah hari untuk menunjukkan penghargaan terhadap guru, dan diperingati pada tanggal yang berbeda-beda bergantung pada negaranya. Di beberapa negara, hari guru merupakan hari libur sekolah.

Di Indonesia, Hari Guru Nasional diperingati bersama hari ulang tahun Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI)- 25 November. Hari Guru Nasional bukan hari libur resmi, dan dirayakan dalam bentuk upacara peringatan di sekolah-sekolah dan pemberian tanda jasa bagi guru, kepala sekolah, dan pengawas sekolah. Guru di Indonesia dianggap sebagai pahlawan tanpa tanda jasa (http://www.unotil.org/legal/IndonesianLaw/keppres/kp199478.htm).

PKS sangat menghormati guru, karena guru yang membimbing dan mengarahkan kita semua untuk selalu menjadi lebih baik dari hari kemarin. Guru yang dengan keteladanan dan ilmunya telah membentuk kita menjadi seorang manusia yang bisa mengenal Tuhan dan mengenal diri dan lingkungan.

Ketua DPW PKS SulSel Mallarangan Tutu dalam akun facebooknya tak ketinggalan mengucapkan selamat, "Pengabdian guru laksana cahaya dalam kegelapan. Jasamu senantiasa tak akan tergantikan dan takkan lekang oleh zaman, Selamat hari guru".

Reses anggota DPRD Kota Makassar yang berlangsung sepekan 16-22 November 2015 ini dimanfaatkan oleh Mudzakkir Ali Djamil, ST yang akrab disapa dengan Muda untuk bertemu dan menjalin silaturahim dengan konstituennya (19-11-2015). 


Bertempat di Rumah Makan Sambel Ijo jalan Landak Baru, Muda menjalin keakraban, berdiskusi dan memberikan penjelasan mengenai pendidikan dan kesehatan yang merupakan bidangnya saat ini di Komisi D DPRD Kota Makassar.


Muda memberikan informasi tentang prestasi-prestasi yang telah dicapai oleh Fraksi PKS yang antara lain berhasil menaikkan insentif imam masjid, guru mengaji dan pemandi jenazah. Juga tentang sikap PKS untuk mengawal pemerintahan dari Walikota Dani Pomanto untuk menciptakan pemerintahan yang bersih dan transparan. 

Hari-hari sebelumnya, Muda telah melakukan banyak kunjungan dan sidak di beberapa tempat di Kecamatan Rappocini, Makassar dan Ujung Pandang. Salah satu yang menarik dan diposting di akun facebooknya adalah peninjauan ke beberapa titik pengerukan drainase yang memang butuh perhatian serius.

PKS : Berkhidmat Untuk Rakyat

Rappocini,  Seperti pada tahun-tahun sebelumnya, menyambut Hari Raya Qurban, Idul Adha 1436 H, DPC PKS Kecamatan Rappocini kembali melaksanakan pemotongan hewan qurban. Pemotongan tersebut dilaksanakan pada hari Sabtu, 26 September 2015 di depan kantor DPC Rappocini.

Zainal sebagai ketua Panitia Pelaksana Qurban mengatakan bahwa kali ini ada 5 ekor sapi dan 1 ekor kambing. Hasilnya ada 216 kantong yang siap didistribusikan ke 10 kelurahan di Kecamatan Rappocini. Masing-masing kantong itu dengan berat 1kg.

"Jadi tahun ini kita memotong 5 ekor sapi dan 1 ekor kambing. Dan semua pelaksanaan dilakukan di kantor DPC Rappocini dengan melibatkan kader-kader PKS" tambahnya.
  

Di tempat yang sama Ketua DPC PKS Rappocini, Dharmawansyah menjelaskan bahwa PKS setiap tahun melaksanakan Qurban untuk berbagi kebahagiaan dengan semua orang. Beliau juga mengucapkan terima kasih pada para kader yang mempercayakan pemotongan hewan Qurbannya di DPC untuk dibagikan pada yang membutuhkan.

"Alhamdulillah ini adalah kegiatan rutin DPC Rappocini setiap Idul Adha, karena PKS ingin selalu berbagi dengan semua orang yang membutuhkan terutama para kader dan simpatisan PKS" kata Dharmawansyah.


Pendistribusian kantong-kantong qurban itu tetap melibatkan kader-kader untuk mengantarkan ke tempat-tempat yang telah dipilih.

Kairo. Sabtu 17 Agustus kemarin, Pemerintah kudeta kembali mengadakan konferensi pers untuk membela diri dari berbagai kecaman publik nasional dan internasional berkaitan dengan pembantaian Rab’ah, Nahdhah, dan lainnya.

Menanggapi isi konferensi pers tersebut, Ikhwanul Muslimin mengeluarkan pernyataan yang mengingatkan rakyat Mesir dengan slogan-slogan As-Sisi ketika mengkudeta Presiden Mursi. Di antaranya:

 “Tangan-tangan kami akan terputus sebelum bisa menyakiti rakyat Mesir”, “Singa takkan memangsa anaknya sendiri”, “Lebih baik rakyat Mesir mengantre 15 jam dalam pemilu daripada militer bermain politik sehingga Mesir mundur 30-40 tahun”, “Kami tidak mungkin berkhianat”, “Rakyat Mesir tidak mempunyai orang yang menyayanginya”, “Militer akan turun tangan jika ada ancaman terjadinya perang saudara”, dan lainnya.

Saat ini, yang terjadi adalah sebaliknya:

  1. Tangan As-Sisi telah bersimbah darah membunuh dan membakar ribuan rakyat Mesir, dalam banyak kasus pembantaian yang mengusik hati nurani seluruh orang.
  2. Dia tidak hanya memakan anak-anaknya, tapi juga menembak, membunuh, membakar mereka dalam kejahatan kemanusiaan.
  3. Kasih sayang As-Sisi ternyata adalah membuat setiap rumah ada anggotanya yang syahid, membuat kegetiran hati setiap rakyat karena hidup bersama para pembunuh.
  4. As-Sisi tidak hanya berkhianat, tapi juga merampas legitimasi, merampas kebebasan rakyatnya, dan membatalkan konstitusi.
  5. Dengan kudeta, As-Sisi ingin Mesir mundur lebih dari 40 tahun ke belakang.

Kini As-Sisi membuat fitnah-fitnah agar Ikhwan tertuduh sebagai pembuat kekacauan seperti membakar gereja, gedung Liga Arab dan lainnya. Melalui media provaktif, rakyat Mesir dan dunia dicekoki bahwa Ikhwan akan melakukan aksi teror. Padahal kenyataan berbeda total dengan tuduhan tersebut:

  1. Walaupun pada rejim Mubarak, lebih dari 50 ribu anggota Ikhwan dipenjara, tidak ada satu aksi anarkis pun yang kami lakukan.
  2. Ikhwan mengimani kehormatan nyawa, bukan hanya dengan hukum, tapi juga dengan syariat dan kemanusiaan.
  3. Sejarah mencatat bahwa Ikhwan adalah para pejuang kebangkitan, kemajuan, kebebasan dan kemerdekaan Mesir.
  4. Ikhwan menerima dan meyakini prinsip-prinsip demokrasi dalam memecahkan masalah politik.

Oleh karena itu, segala tuduhan yang diarahkan kepada Ikhwan adalah kebohongan belaka. Kebohongan ini dilakukan untuk menutupi kejahatan yang telah dilakukan penguasa kudeta.
Semua ini menunjukkan bahwa penguasa kudeta sendiri meyakini bahwa pemerintahannya tidak sah sehingga mereka menebar kebohongan. Mereka menyadari bahwa Ikhwan adalah penghalang terbesar dalam militerisasi negara. Oleh karena itu, saat ini permasalahan bukan hanya milik Ikhwan, tapi juga seluruh rakyat Mesir yang terancam kebebasan, kemerdekaan dan kemuliaannya. (msa/dkw)


sumber:  http://www.dakwatuna.com

 
Tamsil Linrung

TRIBUNNEWS.COM, MAKASSAR - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sulsel sepakat mengusung legislator PKS DPR RI Tamsil Linrung sebagai bakal calon (balon) wali kota Makassar periode 2014-2019.

Sekretaris Umum DPD PKS Makassar Mudzakkir Ali Djamil, mengatakan, PKS mentok akan mengusung Tamsil Linrung sebagai kader internal PKS pada pilwali Makassar 18 September 2013 ini.

"Kami sudah rapatkan di kantor DPD PKS, kami sepakat untuk mengusung Pak Tamsil Linrung sebagai calon wali kota, beliau itu kader PKS dan punya jaringan kuat di Makassar," kata legislator PKS DPRD Kota Makassar ini kepada Tribun Timur (Tribunnews.com Network), Senin (29/4/2013).
Menurut salah satu bakal calon wakil wali kota PKS ini, modal suara Tamsil Linrung selama dua periode di DPR RI sudah sangat mumpuni untuk bertarung pada Pilwali Makassar ini.
"Waktu pileg pertama, Pak Tamsil meraih dukungan 80 ribu suara khusus di Makassar, belum lagi jaringan fanatik beliau masih solid sampai sekarang, beliau putra Bugis yang besar di Makassar. Kami yakin beliau bisa, tinggal kami mencarikan pasangan wakil dari partai lain yang cocok," Mudzakkir menambahkan.

PKS punya lima kursi di DPRD Kota Makassar, syarat delapan kursi. "Makanya kami akan cari calon wakil yang bisa mencukupi syarat tersebut," ujar Muda, sapaan Mudzakkir.
Terpisah, Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKS Sulsel Syamsari Kitta, menyambut baik keinginan DPD PKS Makassar.

"Ya, itulah makanya kami memberi deadline kepada DPD PKS Makassar untuk mengerucutkan kontestan Pilwali PKS, kami kasih waktu sepekan, pokoknya kami punya kader ini andal untuk Pilwali Makassar," kata legislator PKS DPRD Sulsel ini kepada Tribun, di Kantor DPRD Sulsel, Makassar, Senin (29/4/2013).

Syamsari berharap, PKS sesegera mungkin dapat membangun dan menetapkan koalisi parpol yang tepat. "Sekarang ada komunikasi dengan PAN dan Partai Demokrat, sebaiknya itu segera dikerucutkan," Syamsari menambahkan.

Sebelumnya, Muda dan legislator PKS DPRD Kota Makassar Iqbal Abdul Djalil digadang-gadang PKS maju sebagai balon wakil untuk balon wali kota dari eksternal PKS. Namun, keduanya berhitung ulang atas kehadiran Tamsil Linrung.

"Sebagai kader, kami selalu taat dan patuh mekanisme, kita mau menang, apalagi Pak Tamsil ini sangat potensial dan beliau mau," ujar Muda. Kehadiran Tamsil Linrung menambah kembali bursa pilwali Makassar yang beberapa hari terakhir surut. Banyak figur balon wali kota Makassar menyerah sebelum bertanding.

sumber : http://www.tribunnews.com/2013/04/29/pks-usung-tamsil-linrung-calon-wali-kota-makassar
Makassar - Pendaftaran bakal calon anggota DPRD Kota Makassar hingga saat ini, Minggu (21/4) masih sepi. Padahal batas akhir pendaftaran tersisa tinggal satu hari lagi yaitu Senin (22/4) besok. Sejak dibuka pendaftaran tanggal 9 April 2013, tercatat baru tiga Parpol yang mengajukan bakal calon di KPU Kota Makassar, yaitu Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) dan Partai Keadilan dan Persatuan (PKP) Indonesia.

Menurut Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Kota Makassar Nurmal Idrus, ketiga parpol yang telah mengajukan daftar caleg tersebut sudah memenuhi syarat untuk diterima, namun untuk kelengkapan dokumen pencalonan masih menunggu hasil verifikasi dari Tim Kelompok Kerja (Pokja) Pencalonan yang dibentuk KPU Kota Makassar. “Pengajuan bakal calon anggota DPRD Kota Makasar ini setidaknya harus memenuhi beberapa aspek yang kami periksa, yaitu tiap Dapil jumlah bacaleg tidak melebih kuota seratus persen, keterwakilan perempuan minimal 30 persen tiap Dapil dan harus memenuhi sistem zipper yaitu tiap tiga urutan caleg, harus ada salah satunya perempuan. Sementara untuk verifikasi dokumennya akan dilakukan sesuai tahapan yang ada“ terang Nurmal.

Sementara untuk Parpol lain yang belum mendaftar, rencana serentak akan melakukan pendaftaran dihari terakhir (senin 22/4). “Dari konfirmasi kami terhadap LO partai, yang belum menyetor serentak akan mengajukan pendaftaran besok (Senin, red.), yaitu sembilan partai” ujar Kabag. Hukum KPU Kota Makassar Andriati Ismail di ruang penerimaan berkas Bacaleg.
(Mienk)


sumber : http://www.kpu-makassarkota.go.id/component/k2/item/51-pendaftaran-tinggal-sehari-baru-3-parpol-setor-bacaleg-di-kpu-makassar.html
Anis Matta - Foto : PKS Jateng

Semarang, PKS Jateng Online—Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Anis Matta Lc membeberkan rahasia kekuatan PKS sehingga menjadi partai paling kokoh menjelang Pemilu 2014. Hal itu disampaikannya saat memberikan arahan didepan 1600 peserta Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) PKS, Kamis (18/4) di Aula Merapi PRPP Jawa Tengah.

Menurut Anis, tiga hal tersebutlah yang menjadi kunci kesuksesan PKS mengarungi demokrasi di Indonesia.

“Kekuatan PKS adalah Narasi dan prioritas. Mengapa? karena PKS mencari followers bukan voters. Mencari kader bukan memilih. Maka kader PKS memiliki kemampuan meyakinkan orang. Maka yang kita lakukan adalah cinta, kerja, dan Harmon,” terang Anis

Lebih lanjut, mantan Wakil Ketua DPR RI ini menjelaskan bahwa kekuatan PKS yang lain adalah human touch. “Sehingga merebut simpati lebih penting dari pada merebut akal,” tandasnya.

Dengan human touch tersebut, imbuhnya, maka PKS harus menghilangkan sekat – sekat psikologis dengan masyarakat.

“Sekat – sekat ini muncul dimasyarakat contohnya adalah bahwa PKS bukan ahlu sunnah wal jamaaah. PKS dianggap sebagai partai suci, PKS tidak tahlil. Ini harus dihilangkan,” tegas pria yang juga masih aktif sebagai penulis ini.

Anis Matta juga menghimbau agar segenap masyarakat Indonesia bersatu untuk memajukan dan mensejahterakan rakyat Indonesia.“ Kita ini penduduk asli, bukan etnis asing. Jadi kita adalah saudara. Biarkan orang merasakan bahwa kita bersama mereka,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Rapimnas PKS yang diselenggarakan di Semarang ini berlangsung selama dua hari, dan agenda utamanya adalah pembahasan pemenangan PKS di 2014. Selain unsur DPP, termasuk Presiden PKS, unsur DPW, DSP, dan juga DPD PKS juga menjadi peserta agenda tahunan ini. [DP/Yun]

sumber : http://milad.pksjateng.or.id/index.php/read/news/detail/1030/Anis-Matta-beberkan-kunci-kekuatan-PKS-arungi-demokrasi
PKS Makassar - Foto : pks-makassar.blogspot.com

MAKASSAR,TRIBUN-TIMUR.COM - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PKS Kota Makassar menargetkan 12 kursi di DPRD Kota Makassar pada pemilihan legislatif (pileg) 2014 mendatang.

Target ini dua kali lipat lebih dari capaian PKS pada pileg 2009 lalu dimana PKS berhasil mendudukkan lima wakilnya di DPRD Kota Makassar.

Saat mendaftar 9 April lalu, PKS Kota Makassar mendaftarkan 50 bakal calon wakilnya sesuai dengan kuota di DPRD Kota Makassar.

"Target kita setelah mendaftar serentak se-Indonesia adalah mendudukkan wakil kita sebanyak-banyaknya di DPRD Kota Makassar. 2014 kami menargetkan 12 kursi di DPRD Kota Makassar," kata Mudzakkir Ali Djamil, Sekretaris DPD PKS Kota Makassar, Kamis (11/4/2013).(*)

sumber : http://makassar.tribunnews.com/2013/04/11/pks-makassar-target-12-kursi-di-dprd

MAKASSAR,TRIBUN-TIMUR.COM - Setelah hampir pasti mendapat rekomendasi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Iqbal Djalil mulai melebarkan komunikasi politiknya dengan menjajaki koalisi dengan partai politik lain. Salah satu partai yang menjadi sasaran Ije adalah PPP

Ije, sapaan Iqbal Djalil bahkan sudah bertemu dengan Ketua DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Makassar, Busranuddin Baso Tika dan menyambut baik rencana Koalisi PPP-PKS pada pemilu kota makassar.

"Intinya adalah kita akan melakukan komunikasi intens untuk rencana itu. Nanti kita liat bagaimana hasilnya Semoga bisa cepat dan tepat," kata Ije, Kamis (18/4/2013).

Selain itu, Ije yang juga anggota Komisi D DPRD Kota Makassar juga telah mendaftar di PPP. Sekretaris Tim pemenangan Ije, Djalil Zulkanain mewakili pengambilan formulir di PPP.

"Kita berharap PPP berkoalisi dengan PKS untuk mengusung Ije pada pilwali mendatang karena Ije berpeluang besar akan mengendarai PKS. Tinggal PPP kita berharap juga demikian. Jika dua partai Islam ini disatukan yakin bisa menangkan pilwali karena Ije adalah seorang politisi dan tokoh Agama jadi sangat memungkinkan," kata Djalil

"Terkait pasangan nanti kita bicarakan yang terpenting dulu adalah bagaimana bisa mengusung calon. Apakah Ije 01 atau 02 nanti kita liat perkembangan. Bendera adalah hal terpenting kalau mencukupi maka nanti calon-calon lain akan berebut ke kita," tambahnya.(*)

sumber : http://makassar.tribunnews.com/2013/04/18/ije-jajaki-koalisi-pks-ppp
Makassar (14/4) - PKS tunjukkan kreativitasnya dalam event jalan sehat yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulawesi Selatan pada hari Minggu, 14 April 2013. Jalan sehat yang mengambil posisi start dari kantor KPU Sulsel di jalan Pettarani Makassar ini turut dihadiri oleh Golkar, Demokrat, Hanura, dan sejumlah partai lainnya dengan total peserta sekitar 200 orang. Terlihat kontras perbedaan antara kontingen PKS dibandingkan dengan partai lain dari segi kesiapan mengikuti agenda tersebut.
 
"Kami ingin tampil beda yang tentu bermakna positif. Bukan apa adanya, tapi ada apanya. Inilah yang ada pada kami, ide kreatif yang terus bertumbuh," tutur ketua Humas Dewan Perwakilan Wilayah (DPW) PKS Sulsel, E. Z. Muttaqien Yunus, selaku penanggung jawab tim kreatif PKS Sulsel untuk agenda kali ini.
 
Partai yang kemarin menjadi pionir dalam pendaftaran bakal calon anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Selatan ini mengikuti jalan sehat KPU dengan memakai beberapa atribut yang merupakan hasil kreasi para kader PKS, di antaranya adalah kostum Danbo, boneka kardus ala komikus manga asal Jepang yang kini sedang populer. Selain menghadirkan boneka Danbo, kader-kader PKS yang ikut dalam jalan sehat pun mengenakan tulisan-tulisan berbentuk shout dengan bermacam tulisan di dalamnya, seperti: "PKS: Partai Kreatif Sekali", "Menantu idaman adalah kader PKS," dan bermacam tulisan lainnya.
 
"Kami menyerahkan cenderamata boneka Danbo kepada komisioner KPU Sulsel sebagai bentuk apresiasi kami atas terselenggaranya jalan sehat hari ini," terang Imam Rohani, Liaison Officer (LO) partai yang tengah menggaungkan jargon baru "Cinta, kerja, dan harmoni".
 
Ketua KPU Sulsel, Jayadi Nas, dalam sambutannya menyampaikan bahwa event jalan sehat ini bertujuan untuk menjalin keakraban satu partai dengan yang lainnya agar tercipta Pemilu jujur dan adil tanggal 9 April 2014 mendatang.

Makassar- Selasa (09/04) Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sulawesi Selatan mendaftarkan Daftar Calon Sementara (DCS) Anggota Dewan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulawesi Selatan. PKS menjadi partai pertama yang mendaftarkan BCAD nya di KPU, KPU membuka pendaftaran BCAD mulai hari ini sampai tanggal 22 april.

Menurut ketua tim penjaringan BCAD, Amru Saher bahwa hal ini membuktikan kalau PKS siap menyongsong pemilu 2014 dan siap bekerja untuk kesejahteraan masyarakat.  ”Ini sebagai wujud bahwa PKS sungguh-sungguh ingin mewujudkan Indonesia adil sejahtera dengan menghadirkan caleg yang berkualitas.” Kata Amru Saher yang juga menjabat sekretaris umum PKS Sulsel.

Amru juga menjelaskan bahwa PKS mengajukan caleg yang berkualitas. “Insya Allah caleg yang kami ajukan adalah caleg yang berkualitas, mereka siap mewakili aspirasi masyarakat jika terpilih nanti” lanjut Amru Saher.
PKS tampil unik saat mendaftarkan BCAD di KPU Sulsel, perwakilan PKS yang mengantarkan nama-nama caleg menggunakan pakaian adat Sulsel. Mengenai hal ini, humas PKS Sulsel, E.Z Muttaqien Yunus menjelaskan alasan memakai pakaian adat. “Sama halnya seperti adat budaya di Sulsel, pengantar undangan pernikahan menggunakan pakaian adat. Ini adalah analogi undangan kepada masyarakat melalui KPU untuk menghadiri perhelatan pemilu 2014 nanti.” Kata E.Z Muttaqien Yunuz.

Turut ikut bersama rombongan, ketua Majelis Pertimbangan Wilayah (MPW) PKS Sulsel, Ariady Arsal, ketua DPW PKS Sulsel, Andi Akmal Pasluddin, wakil ketua DPW PKS Sulsel, Mallarangan, ketua Bappilu, Syamsari Kitta dan beberapa anggota dewan diantaranya, Sri Rahmi, Asriadi Samad, Devi Santi Erawati.
Pada pemilu 2014 PKS menargetkan masuk 3 besar untuk nasional dan 2 besar untuk Sulsel. PKS juga menargetkan 170 kursi kabupaten kota se-Sulsel, 16 kursi DPRD provinsi, dan 6 kursi untuk pusat.
Berkas diserahkan langsung oleh ketua DPW PKS Sulsel kepada staff KPU.

Selain DPW PKS Sulsel, seluruh DPW PKS se-Indonesia serentak mendaftar di KPU. Di Sulsel, beberapa Dewan Pengurus Daerah (DPD) PKS juga mendaftarkan BCAD di KPU, diantaranya DPD PKS Makassar, Takalar, Jeneponto, Bone, Wajo, Enrekang, Luwu, Luwu Utara.

*pkssulsel.org
BELOPA – Menjelang pemilihan Bupati Luwu, sejumlah kepala desa di Kecamatan Walenrang-Lamasi (Walmas) mulai menyosialisasikan pencalonan Sekertaris DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sulsel, Amru Saher sebagai bakal calon Wakil Bupati Luwu.

Kepala Desa Sangtandung, Kecamatan Walenrang Utara, Jalil mengatakan, masyarakat sangat merespon pencalonan Amru. Ia menambahkan, alasan mendukung Amru karena telah menunjukkan kinerja nyata di daerah itu.

“Walaupun Amru masih berusia muda, namun pengalamannya mumpuni untuk memimpin Luwu,” katanya, Senin (8/4/2013).

Kepala Desa Salujambu,  Kecamatan Lamasi, YA Jaya mengatakan, selain menyosialisasikan Amru, ia juga sudah menggarap bagian Selatan Luwu. “Bukan saja di Walmas, Amru juga diterima masyarakat di bagian Selatan,” katanya menambahkan.

sumber : http://pkssulsel.org/kepala-desa-dukung-sekretaris-pks-jadi-wakil-bupati/
Makassar- Jafar Sodding mengingatkan kepada seluruh kader PKS kecamatan Manggala dan Panakkukang bahwa untuk memenangkan pemilu 2014 kader PKS harus solid. Hal itu diungkapkan Jafar Sodding dalam acara konsolidasi kader di Manggala hari ini (07/04).

"Untuk meraih kemenangan kita harus saling mendukung." Kata Jafar. Lebih lanjut Jafar Sodding mengatakan bahwa diantara persaingan caleg di 3 kali pemilu yang dilewati oleh PKS, partai yang dulunya bernama partai keadilan sejahtera ini mencetak reputasi baik. "Berbeda dengan partai lain, caleg kita saling mendukung, siapapun nantinya yang terpilih kita harus mendukungnya, karena itu suara masyarakat." Ungkap Jafar Sodding didepan ratusan kader yang hadir.

Pernyataan Jafar Sodding ini terkait dengan persaingan antar caleg dalam menghadapi pemilu 2014.

1 tahun menjelang pemilu 2014 PKS dari pusat sampai ranting telah memanaskan mesin partainya. Untuk nasional, PKS target akan menjadi 3 besar, untuk Sulsel dan Makassar PKS menargetkan akan masuk 2 besar.

sumber : http://pks-makassar.blogspot.com/2013/04/jafar-sodding-kader-pks-saling-mendukung.html


Makassar: Dengan adanya 12 hotel baru di Makassar saat ini akan menyerap banyak lapangan kerja. "Tentu dengan adanya 12 hotel baru ini akan meyerap banyak tenaga kerja", kata Kadis Tenaga Kerja Kota Makassar Andi Bukti Djufrie. Pemkot Makassar sendiri telah membuat target penyerapan 10.000 tenaga kerja tahun 2013 ini. 

Anggota Komisi C DPRD Makassar Mudzakkir Ali Djamil meminta pengusaha hotel memprioritaskan tenaga kerja lokal. Sebab tenaga kerja lokal saat ini kualitasnya tak perlu diragukan dan siap bersaing dengan tenaga kerja yang berasal dari luar Makassar bahkan luar Sulsel. "Makassar memiliki lembaga pendidikan pencetak tenaga kerja bidang perhotelan", katanya.